Minggu, 21 April 2019

Keadaan semakin hancur

Dia semakin menjadi. Aku tak tau apa yang ada di otaknya. Apa maksud kehadiran seorang isteri untuknya. Apakah cuma sebagai pemain nafsunya? Atau sebagai pembantunya saja?? Aku muak. Aku ingin pulang. Dia sama sekali tak mengerti apa yang aku inginkan. Apakah aku harus menangis sambil membanting apapun seperti dulu baru dia mengerti?? Tidak. Aku sudah bersumpah untuk tidak melakukan itu lagi. Tapi hati ini benar2 muak dan kecewa. Untuk apa kamu menikahi ku jika kamu tak membahagiakanku. Astagfirullah. Hatiku kacau sekali. Aku tak ingin ada hal bodoh lagi yang terulang. Cobalah mengerti. Aku hanya ingin di mengerti

Kamis, 18 April 2019

Menurutmu apa arti pernikahan

Menurutmu apa arti dari sebuah pernikahan? Jadi menurut ku pernikahan adalah sebuah janji besar untuk saling membahagiakan. Bukankah begitu? Entahlah. Mungkin berbeda dengan mu. Apakah menurut mu pernikahan adalah untuk semata-mata memuaskan nafsu??aku tak mengerti.  Mungkin raut wajahku tak dapat meyakinkan mu tentang kegelisahan ku. Tak taukah kamu aku sedang tidak nyaman?? Aku sedang sedih?? Maafkan aku yang tidak bisa melayani mu seperti biasanya. Hatiku sedang kacau. Yang kuinginkan vkamu bisa bertanya "ada apa? Atau "kenapa?". Ku ingat saat dulu pertama kamu bingung melihat aku menangis. Tapi sekarang kurasa hal itu membuatmu bosan. Apakah kamu menyangka aku mengada Ngada tentang kesedihan ku???hahaha..  kasian sekali aku ini. Bahkan kamu tak peduli. menangis pun tak akan membuatnya luluh. Lalu bagaimana?? Tetaplah tenang. Berakting lah seperti tak ada apa2. Pura2 bahagia??? Ya semacam itulah. Hahahaha. Aaacchhhh....  mikirkan hal ini membuat ku semakin tak nyaman berada di lingkungan ini. Ingin aku kembali. Bertemu mereka yang aku rindukan.  maafkan aku jika aku banyak merepotkan mu suamiku

Selasa, 19 Maret 2019

Orang tua baruku

Suamiku, maafkan aku yang belum bisa menjadi menantu yang baik untuk ibumu. Maafkan aku yang selalu terlihat kurang. Maafkan aku yang tak bisa sesempurna iparmu. Aku sudah berasaha semampuku. Aku tak ingin ada pertengkaran. Seandainya ibu marah padaku, aku tak akan melawan yang aku janji. Cukup luka itu aku simpan erat. Jangankan beliau, kamu suamiku tak akan boleh tau tentang sakit ini. Kamu sudah jadi suami yang baik. Aku Gak mau membuatmu sedih. Jika aku boleh memilih, jika aku boleh menuruti egoku, aku ingin hidup berdua denganmu. Cukup denganmu aku bahagia. Tapi tak akan aku lakukan itu. Aku tau kamu sangat mencintai ibumu. Maafkan aku sayang

Kamis, 07 Maret 2019

Bolehkah aku memintamu untuk membantu pekerjaan ku?? Sebenarnya aku lelah, aku berusaha untuk menjalankan semua semampuku. Tapi ketika aku benar2 lelah apakah kamu akan sedia untuk mengulurkan tangan. Mungkin bagimu semua pekerjaan itu kewajiban istri, tapi sebenarnya kewajiban istri hanya melayani suami. Tapi tak apa, jika melakukan semua itu membuatmu bahagia aku ikhlas. Karna kamulah surgaku.

Senin, 04 Maret 2019

Doaku

 Kemarin untuk pertama kali dia marah padaku karena masalah aku ingin di belikan durian. Memang sudah lama ingin sekali buah itu. Tapi karena mahal aku harus sabar untuk menunggu. Dan saat ini sedang murah-murah nya. Tapi ternyata dia tak suka durian. Aku mencoba merayu untuk di belikan durian, tapi ternyata dia marah. aku yang saat itu baru pertamakali mengerti dia marah, aku sangat sedih. Perih rasanya. Tapi memang aku yang salah. Aku egois. Aku tau dia sekarang lagi berjuang untuk belikan aku sepeda motor. Aku merasa sangat bersalah. Aku takut. Aku ingin rumah tanggaku baik2 saja. Dia lelaki yang baik. Sangat baik. Aku takut kehilangan dia. Mungkin aku harus berhati-hati. 
Doaku semoga kami selalu baik2 saja. Dan selalu langgeng. Aku sangat mencintai dia. Seandainya kita harus berpisah, biar kematian yg berhak memisahkan. Dan semoga dia tidak berubah. Rasa cintanya semoga tetap seperti awal kita berumah tangga. Aamiin. 

Senin, 11 Februari 2019

Kehidupan pernikahan ku

Entah apa yang aku rasakan saat ini. Aku merasa ada hal yang membuatku ingin menangis. Aku memikirkan banyak hal. Tentang suami, dan keluarga suamiku. Aku rindu. Ya, ternyata aku sedang rindu. Rindu keluarga ku di Blitar. Aku harus bisa lebih sabar. Kehidupan ku tak sama dengan yang dulu. Ada kewajiban yang harus aku tunaikan. Tak sepantasnya aku bersedih di hadapan suamiku karena aku rindu keluarga ku. Sebetulnya mereka semua jorang yang baik, tapi entah, aku merasa kurang nyaman. Sebetulnya, aku ingin tinggal sendiri, tapi mertuaku tak setuju. Aku butuh privasi. Aku tak bisa melakukan kegiatan yang aku suka. Di sisi lain mertuaku sdah tua. Mungkin, tidak baik jika aku memutuskan untuk tinggal bersama suamiku saja. Aku harus bersabar. Aku tak ingin ada yang terluka hatinya. Aku akan berusaha menjadi istri sekaligus mantu yang baik untuk keluarga ini.

Rabu, 06 Februari 2019

Hidup baruku

Tepat tanggal 14 Januari 2019 aku menikah dengan seorang pria bernama Slamet. Sahabat ku yang kenalkan aku dengan dia. Tak butuh waktu lama untuk kami berkenalan. Tanggal 27 November kita mulai berkenalan melalui WhatsApp. Kita semakin akrab hingga pada seminggu perkenalkan, dia menemuiku di Blitar. Aku terkejut, yang kutahu jarak Banyuwangi-blitar bukan jarak yang dekat. Alhamdulillah, saat itu dia melamar ku. Entah, tak perlu berpikir panjang untuk menerima niat baiknya.
Pernikahan kami sudah memasuki 3 Minggu ini. Aku sangat bahagia. Dia sangat perhatian. Dan sangat bisa memperlakukan wanita. Walaupun umur kami terpaut 9 tahun, tapi dia gak kalah romantis dengan pemuda2 di  bawah usianya. Allah memang maha baik. Aku di pertemukan dengan laki yang aku butuhkan. Dia Sholeh. Dia selalu sholat malam dan sholat Dhuha. Dia sering menjadi muadzin di daerah tempat tinggal nya.
Rumah tangga kami sejauh ini sangat baik2 saja. Tak pernah ada cek Cok atau masalah. Alhamdulillah aku dan dia bukan tipe orang keras kepala. Dia ataupun aku sering mengalah. Aku sangatlah beruntung. Aku merasa surga berasa dekat jika aku bersamanya. Aamiin