Minggu, 21 April 2019

Keadaan semakin hancur

Dia semakin menjadi. Aku tak tau apa yang ada di otaknya. Apa maksud kehadiran seorang isteri untuknya. Apakah cuma sebagai pemain nafsunya? Atau sebagai pembantunya saja?? Aku muak. Aku ingin pulang. Dia sama sekali tak mengerti apa yang aku inginkan. Apakah aku harus menangis sambil membanting apapun seperti dulu baru dia mengerti?? Tidak. Aku sudah bersumpah untuk tidak melakukan itu lagi. Tapi hati ini benar2 muak dan kecewa. Untuk apa kamu menikahi ku jika kamu tak membahagiakanku. Astagfirullah. Hatiku kacau sekali. Aku tak ingin ada hal bodoh lagi yang terulang. Cobalah mengerti. Aku hanya ingin di mengerti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar